Sakit kepala sesekali biasanya kita anggap wajar. Kurang tidur, telat makan, terlalu lama menatap layar. Tapi bagaimana kalau sakitnya bertahan berminggu-minggu, sudah diperiksa dari berbagai sisi, dan dokter tetap tidak menemukan penyebab fisiknya?
Artikel ini berangkat dari satu kisah nyata yang ditulis oleh seorang hipnoterapis klinis. Kami merangkumnya, lalu menambahkan hal-hal yang menurut kami penting kamu ketahui: apa yang dimaksud dengan keluhan psikosomatis, kapan sakit kepala harus segera diperiksakan, dan di mana sebenarnya posisi hipnoterapi.
Kisahnya secara singkat
Klien dalam cerita ini adalah seorang perempuan muda yang menjalankan usahanya sendiri di Kalimantan Timur. Selama kurang lebih sebulan, kepalanya sakit hampir tanpa jeda. Ia sudah menjalani rangkaian pemeriksaan medis, dan hasilnya tidak menunjukkan kelainan fisik yang bisa menjelaskan keluhan itu.
Dokter yang menanganinya di Samarinda menduga ada faktor psikis di baliknya, lalu menyarankan ia menemui Endro. Awalnya ia ragu. Seperti banyak orang, bayangannya tentang hipnosis masih dekat dengan pertunjukan di televisi. Keraguan itu baru mereda setelah prosesnya dijelaskan: apa yang akan dilakukan, apa yang tidak, dan bahwa ia tetap sadar sepanjang sesi.
Dalam sesi, penelusuran membawa mereka ke kejadian dua tahun sebelumnya, ketika ia dibohongi oleh kekasihnya. Secara sadar ia merasa urusan itu sudah selesai. Ternyata rasa sakit hatinya belum benar-benar tuntas. Endro lalu membantunya melepaskan emosi yang masih tertahan, sampai ia bisa mengingat kejadian itu dengan perasaan netral.
Menurut catatan Endro, sakit kepalanya hilang tidak lama setelah sesi berakhir. Yang paling membekas bagi sang klien justru kesadarannya sendiri: pikirannya sudah merasa memaafkan, tetapi bagian dirinya yang lebih dalam masih menyimpan luka itu.
Ini satu kisah individual, diceritakan oleh terapisnya sendiri. Hasil pada setiap orang bisa berbeda. Satu cerita tidak bisa dijadikan bukti bahwa semua sakit kepala berasal dari emosi, atau bahwa hipnoterapi pasti menghilangkannya.
Apa itu keluhan psikosomatis?
Kata psikosomatis berasal dari psyche (pikiran) dan soma (tubuh). Dalam percakapan sehari-hari, istilah ini dipakai untuk keluhan fisik yang benar-benar terasa, tetapi sangat dipengaruhi kondisi pikiran dan emosi: stres, cemas, atau kesedihan yang lama dipendam.
Satu hal yang perlu diluruskan: psikosomatis bukan berarti sakitnya dibuat-buat atau hanya perasaan. Nyerinya nyata. Yang berbeda adalah pemicunya. Pikiran dan tubuh terhubung lewat sistem saraf dan hormon stres, sehingga beban emosi bisa muncul sebagai otot yang tegang, tidur yang terganggu, perut yang tidak nyaman, atau sakit kepala.
Contoh yang paling sering ditemui adalah sakit kepala tipe tegang (tension-type headache). Banyak orang menggambarkannya seperti ikat kepala yang menekan di sekeliling kepala, dan stres termasuk pemicu yang paling sering disebut.
Tapi label psikosomatis sebaiknya datang dari dokter, setelah penyebab medis diperiksa dan disingkirkan. Bukan ditebak sendiri. Dalam kisah di atas pun urutannya begitu: pemeriksaan medis dulu, rujukan ke hipnoterapis kemudian.
Kenapa emosi bisa "tersimpan"?
Kami ingin berhati-hati di bagian ini, karena topik ini mudah sekali dilebih-lebihkan.
Yang bisa kita pahami bersama: tidak semua pengalaman emosional selesai diproses saat itu juga. Ada kejadian yang kita rasionalisasi ("sudahlah, sudah lewat") tanpa pernah benar-benar merasakan dan melepaskan kecewanya. Kita merasa baik-baik saja, tapi tubuh masih bereaksi ketika ingatan itu tersentuh. Dada terasa sesak saat nama tertentu disebut, bahu menegang saat situasi yang mirip terulang.
Dalam kerangka hipnoterapi, bagian pikiran yang menyimpan respons otomatis seperti ini disebut pikiran bawah sadar. Hipnoterapi berusaha menjangkaunya lewat kondisi rileks dan fokus, supaya klien bisa menengok kembali kejadian lama dengan rasa aman, lalu memproses emosinya.
Apakah luka lama selalu menjadi penyebab keluhan fisik? Tidak. Penelitian tentang hubungan stres, emosi, dan nyeri masih terus berkembang, dan mekanismenya pada tiap orang bisa berbeda. Karena itu kami menempatkan kisah seperti ini sebagai satu kemungkinan yang layak dipertimbangkan, bukan penjelasan untuk semua sakit kepala.
Ke dokter dulu, baru mempertimbangkan hipnoterapi
Kalau kamu sedang mengalami sakit kepala yang berkepanjangan, langkah pertamamu adalah dokter, bukan hipnoterapis. Dokter bisa menilai perlu tidaknya pemeriksaan lanjutan dan menyingkirkan penyebab yang butuh penanganan medis.
Tanda bahaya: segera cari pertolongan medis
- Sakit kepala yang datang tiba-tiba dan sangat hebat, sering digambarkan sebagai yang terburuk seumur hidup.
- Sakit kepala disertai demam, leher kaku, ruam, atau muntah yang terus-menerus.
- Sakit kepala setelah benturan atau cedera di kepala.
- Disertai lemah atau mati rasa di satu sisi tubuh, bicara pelo, wajah tampak tidak simetris, atau kebingungan.
- Gangguan penglihatan, misalnya pandangan ganda, kabur mendadak, atau sebagian penglihatan hilang.
- Kejang atau pingsan.
- Pola sakit kepala yang berubah drastis, terus memburuk, atau baru pertama kali muncul setelah usia 50 tahun.
Kalau salah satu tanda di atas muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi layanan gawat darurat 119.
Setelah dokter memastikan tidak ada penyebab fisik yang perlu ditangani, pendekatan seperti konseling atau hipnoterapi bisa dipertimbangkan sebagai pelengkap. Ceritakan kepada doktermu kalau kamu berencana menjalani hipnoterapi, dan jangan menghentikan obat yang diresepkan tanpa berdiskusi dengannya.
Bagaimana hipnoterapi di Rumahati berjalan
Rumahati menghubungkanmu dengan hipnoterapis yang tersertifikasi oleh AWG Institute of Mind Technology, lembaga yang sama tempat Endro S Efendi belajar. Beberapa hal yang perlu kamu tahu sebelum memulai:
Hipnoterapi hanya tatap muka
Terapis perlu melihat respons tubuhmu secara langsung dan memastikan kamu kembali sadar penuh dengan nyaman di akhir sesi.
Konseling bisa online
Percakapan awal untuk memahami keluhanmu, atau tindak lanjut di antara sesi, bisa dilakukan jarak jauh.
Ada asesmen awal
Sebelum sesi, kamu mengisi formulir awal dan terapis menanyakan riwayat kesehatan, obat yang sedang diminum, serta hasil pemeriksaan dokter bila ada.
Kamu tetap sadar dan memegang kendali
Kamu mendengar, mengingat, dan bisa meminta sesi dihentikan kapan saja.
Jumlah sesi yang dibutuhkan tiap orang berbeda. Terapis yang baik tidak akan menjanjikan hasil pasti, apalagi kesembuhan dalam satu sesi. Kalau kamu masih ragu soal keamanannya, baca juga apa kata penelitian tentang keamanan hipnoterapi.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah sakit kepala yang tidak ketemu penyebabnya pasti psikosomatis?
Tidak. Hasil pemeriksaan yang normal belum tentu berarti penyebabnya emosional. Kadang dibutuhkan pemeriksaan lanjutan atau waktu pengamatan. Keputusan soal ini sebaiknya diambil bersama dokter, bukan ditebak sendiri.
Bisakah hipnoterapi menggantikan obat atau pemeriksaan dokter?
Tidak. Hipnoterapi adalah pendekatan pelengkap. Ia bisa membantu sisi emosi dan pikiran, tetapi tidak menggantikan diagnosis, pengobatan, atau pemantauan medis. Jangan menghentikan obat yang diresepkan tanpa berdiskusi dengan doktermu.
Apakah satu sesi selalu cukup seperti dalam kisah ini?
Belum tentu. Dalam kisah tersebut keluhannya reda setelah satu sesi, tetapi pengalaman tiap orang berbeda. Ada yang butuh beberapa sesi, ada juga yang merasa hipnoterapi kurang cocok untuknya.
Apakah hipnoterapi untuk keluhan seperti ini bisa dilakukan online?
Di Rumahati, sesi hipnoterapi hanya dilakukan tatap muka. Konseling, misalnya percakapan awal untuk memahami keluhanmu atau tindak lanjut di antara sesi, bisa dilakukan online.